Selasa, 19 Agustus 2014

L_A_S_A


Dalam dunia kefarmasian ada yang namanya LASA. Apa itu LASA???

LASA atau Look Alike Sound Alike, yaitu obat yang memiliki kemasan yang mirip atau obat yang memiliki nama yang terdengar mirip. Jadi bagi kita tenaga kefarmasian yang bekerja di tempat-tempat pelayanan kefarmasian/kesehatan serta bagi para pasien sendiri perlu berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian atau pembelian obat.

Banyak sudah contoh obat Look ALike Sound Alike yang dicontohkan oleh penulis-penulis lain atau pada literature-literature lain. Namun kali ini saya hanya akan menambahkan contoh lain yang pernah saya temui.


Biasanya banyak pabrik yang membuat sediaan dengan nama dagang  yang sama karena kandungan zat aktifnya sama namun berbeda peruntukkannya atau berbeda bentuk sediaannya. Misalnya sediaan tetes mata dan tetes telinga, yang memiliki nama dagang yang sama, tetapi hanya dibedakan kemasannya saja. Gambar pada kemasannnya pun terkadang dibuat dengan sedikit perbedaan saja. Jadi, harus dilihat dengan seksama sediaan tersebut untuk telinga atau untuk mata karena akan sangat berbahaya jika tertukar.
Contohnya :


Tetes mata dan Tetes Telinga


Adapula  :
Sediaan semprot hidung untuk dewasa dan sediaan tetes hidung untuk anak-anak


Look ALike 


Contoh Sound Alike :


Nahhh, kali ini saya juga ingin memberikan tips-tips yang perlu dilakukan agar menghindari LASA ini, antara lain :
  • Pastikan dengan teliti nama obat kategori LASA yang dipesan,  mengenai nama dagang, nama generik dan indikasi, serta kekuatan sediaannya.
  • Letakkan obat kategori LASA berjauhan satu sama lainnya.
  • Buatlah nama obat dengan label yang jelas misalnya dengan tall-man lettering, penebalan, atau warna huruf yang berbeda misalnya PROneuroN vs FORneurO, ChlorproMAZINE vs ChlorproPAMIDE.
  • Hindari penulisan nama obat dengan singkatan.
  • Berikan edukasi kepada pasien mengenai informasi obat, bukan hanya nama dagangnya saja, tetapi juga nama generiknya, indikasi, kekuatan sediaannya, serta kemungkinan adanya LASA sehingga pasien dapat lebih memperhatikan obat yang digunakan tersebut.
  • Cross check kembali dengan pasien apakah obat yang ingin dibeli benar obat tersebut telah sesuai dengan yang dimaksuddengan meyakinkan kembali nama dagangnya, nama generiknya, indikasi, dan kekuatan sediaannya.

1 komentar:

  1. Walaupun obat-obat Lasa ini oleh pabrikan sering dibuat mirip kemasannya, tapi tetap ada perbedaannya, misal warna kemasannya. Pengalaman saya hampir 30 thn di apotik (umur saya sekarang 66 thn), belum ada masalah, walaupun tak dipungkiri 1 atau 2 ada insiden salah ambil obat lasa tersebut, tp pada umumnya itu akan cepat ketahuan pada waktu pelayanannya, krn kami selalu melakukan croscek ulang pd waktu penyerahan obat, krn petugasnya berbeda antara petugas penyiapan resep dengan petugas pemberi harga dan petugas penyerahan obat. Dan petugas yg menyerahkan obat ini adalah petugas senior atau apotekernya langsung sambil melakukan edukasi. Memang kalo di RS mungkin hal ini agak riskan karena banyak petugas-petugas yg boleh dikatakan awam dengan obat atau bentuk obat, misal perawat atau bidan. tp dengan melakukan croscek dengan minimal 2 org petugas yg berbeda, itu akan segera ketahuan. Dan saya agak risau saja bila ada ilmu baru dgn judul ilmu LASA, krn pabrikan akan selalu membuat kemasan2 yg demikian dengan berbagai macam alasan. seyogyanya cari cara lain yg bisa mengeliminir kesalahan ambil obat. mohon maaf kalo saya lancang.

    BalasHapus